• Jam Buka Toko: Jam 08.30 s/d 17.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: +6285743448960
  • SMS/WA: +6285743448960
  • distroherbal1@gmail.com
  • Layanan Online:
Terpopuler:

Wasiat Asy Syaikh Badr Bin Muhammad Al Badr Hafizhahullah Pada Dauroh Nasional Masyaikh Bantul 2013

26 August 2013 - Kategori Blog

agama adalaha nasehatTak terasa dauroh nasional Masyaikh Bantul 2013 telah selesai. Waktu yang sangat singkat sebenarnya jika dikatakan waktu itu untuk menuntut ilmu. Penulis sendiri rasakan ketika hari pertama dauroh dimulai, Asy Syaikh Badr bin Muhammad al Badr Hafizhahullah menyampaikan tentang tafsir surat Al Ashr yang sampai ‘Isya pun sebenarnya belum selesai tapi oleh Beliau diperingkas. Penulis sendiri mengamati waktu ketika pertama kali Syaikh membuka muhadorohnya, utk ayat pertama bisa menghabiskan +- 1 jam menjelaskan tentang arti waktu/ zaman, begitu pula ketika menjelaskan ayat-ayat selanjutnya yang dimana ada yang harus di rinci maka Beliau pun merincikannya seperti menjelaskan tentang arti an naas/ manusia yang pelupa pada dasarnya, dll.

Di hari kedua dan pada sesi terakhir menjelang di akhirinya dauroh nasional masyaikh, Beliau memberi wasiat dan di sini Saya menyadurnya ringkasan nasehat Beliau dari web resmi salafy.or.id dimana Saya tidak berani menuliskan apa yang Saya catat kemaren karena Saya takut apa yang Saya catat berbeda dari apa yang disampaikan oleh Beliau. Maka dari itu Saya sadur dari apa yang telah Panitia tulis di web salafy.or.id. Dan semoga apa yang kita sampaikan merupakan salaha satu bentuk amalan untuk saling nasehat menasaehati dalam haq n ash shobr.

======================================================

 Masjid Agung Manunggul Bantul

18 Syawwal 1434 H / 25 Agustus 2013 M

Mengakhiri rangkaian muhadharah Dauroh Nasional Masyaikh ahlus Sunnah IX 1434 H/2013 H, asy-Syaikh Badr berkenan memberkan nasehat dan wasiat perpisahan kepada segenap hadirin.

Dahulu para Shahabat Nabi apabila berkumpul dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  mereka mengatakan: “Berikan wasiat kepada kami wahai Rasululloh.”

Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mengirim utusan atau pasukan beliau senantiasa memberikan wasiat. Juga termasuk kebiasaan para Salaf adalah saling memberi dan meminta wasiat. Para ‘ulama sangat memperhatikan tentang wasiat. Syaikhul Islam Ibn Taimiyah rahimahullah memiliki kitab Washayaa al-Kubro dan Washayaa ash-Shughra. Oleh karena itu, atas permintaan agar aku berikan wasiat sebelumnya kepulangan kami ke negeri kami, maka kami akan menyampaikan 10 wasiat, walaupun sebenarnya wasiat itu sangat banyak.

1. Bertaqwa kepada Allah. Allah Ta’ala melihatmu mengerjakan perintah-perintah-Nya, dan jangan sampai Allah melihatmu melanggar larangan-larangan-Nya. Taqwa adalah obat dan solusi segala kesempitan dan kesulitan.

2. Istiqomah di atas agama. Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara; tidak menambah dan tidak mengurangi ajaran Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , serta mengamalkannya sesuai tuntunan beliau.

3. Saling menasihati di antara kalian. Yakni atas kesalahan dan kekurangan yang terjadi. Sampaikanlah nasehat secara pribadi, jangan disebarkan, jangan dibuka di depan umum, karena yg demikian berarti menjatuhkannya. Disebutkan oleh asy-Syafi’i bahwa nasehat yang sebenarnya itu adalah nasehat yang disampaikan secara rahasia/tersembunyi. Adapun jika disampaikan secara terang-terangan (disampaikan secara terbuka), maka itu berarti menjatuhkan.

Juga hendaknya nasehat disampaikan dengan cara yang lembut.

4. Hendaknya bersemangat menjaga ukhuwwah (persaudaraan). Ingatlah bahwa seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Ukhuwwah Islamiyyah merupakan di antara nikmat Allah yang terbesar kepada kita. Bersyukurlah terhadap nikmat ukhuwwah ini.

5. Aku wasiat kan kepada kalian untuk senantiasa mendengar dan mentaati waliyyul amr (pemerintah muslimin). Shahabat Abu Hurairah berkata: Waliyyul amr adalah pemerintah.  Tentunya taat kepada pemerintah adalah dalam hal yang ma’ruf.

6. Aku wasiatkan kepada kalian untuk tidak keluar dari ketaatan terhadap pemerintah, tidak memberontak pada pemerintah. Siapa yang mati demikian maka ia mati di atas jahiliah.

Memberontak termasuk dosa besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barang siapa mengangkat senjata kepada kami maka tidak termasuk golongan kami.”

7. Berbakti kepada kedua orang tua. Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dalam kategori dosa besar. Dalam kitabnya al-Adab al-Mufrod, al-Bukhari menyebutkan hadits “berbaktilah kepada orang tua niscaya anak anak kalian berbakti kepada kalian.”

8. Menjaga dan menjalin hubungan silaturrahmi dengan kerabat.

9. Aku wasiatkan kepada kalian untuk bersatu berjamaah dan tinggalkan furqoh (perpecahan). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berjamaah adalah rahmat, sedangkan furqoh itu adzab.

10. Aku wasiatkan kepada kalian untuk senantiasa bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam tholabul ilmi. Sesungguhnya ilmu merupakan warisan para nabi.

Sekarang kami yang menyampaikan ini, maka di kemudian hari kalianlah yang menyampaikan.

Jagalah wasiat wasiat tersebut niscaya bermanfaat bagi kalian.

Wallohu a’lam bishawab. Walhamdulillaah.

http://dammajhabibah.net/2013/08/26/wasiat-penutupan-dauroh-nasional-asy-syaikh-badr-al-badr/

======================================================

Sumber tulisan : salafy.or.id

Comments are closed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.